Pustakawan pengembang Sapras Perpustkaan
PUSTAKAWAN PENGEMBANG SAPRAS PERPUSTAKAAN
Assalamualaikum wr.wb
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur
kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam. Atas izin dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah tepat waktu. Tak lupa pula kami
haturkan shalawat serta salam kepada junjungan Rasulullah Muhammad SAW. Semoga
syafaatnya mengalir pada kita di hari akhir kelak.
Penulisan makalah
berjudul “Pustakawan Pengembang
Sapras Perpustakaan” bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sarana dan
Prasarana Perpustakaan. Kami ingin berterima kasih kepada Bapak Dr. M. Nur. Effendi,
S.Ag., SS., M.Pd.I selaku dosen pengampu mata kuliah Sarana dan Prasarana
Perpustakaan dan semua orang yang
turut serta dalam penyusunan makalah ini.
kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna. Besar harapan kami agar pembaca berkenan memberikan umpan balik
berupa kritik dan saran. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi
berbagai pihak Aamiin.
Wassalamualaikum wr.wb
Banjarmasin,
3 Juni 2022
Kelompok
3
DAFTAR
ISI
A. Sarana dan Prasarana Perpustakaan
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Perpustakaan merupakan salah
satu dari sekian banyak tempat dimana masyarakat umum bisa mendapatkan wawasan
serta pengetahuan secara gratis, dalam hal ini informasi yang didapatkan di
perpustakaan tidak kalah berkualitas dengan sumber-sumber informasi lainnya.
perpustakaan bukan merupakan hal baru dikalangan masyarakat. Dimana-mana telah
diselenggarakan perpustakaan, mulai dari keberadaannya yang permanen (menetap)
sampai dengan yang bergerak (perpustakaan keliling).
Penyelenggaraan
perpustakaan di berbagai daerah pemukiman, terutama yang warganya sangat
membutuhkan sarana dan sumber belajar, bukan saja untuk berusaha meningkatkan
taraf kecerdasannya. Melainkan juga untuk memperbaiki mutu kehidupan. Banyak
kawasan yang sangat memerlukan dukungan perpustakaan untuk memperbaiki kualitas
hidup warganya. Untuk keperluan itu tidak cukup hanya tersedia sekolah-sekolah
yang menampung anak-anak usia sekolah, melainkan diperlukan juga tersedianya
bahan pustaka yang efektif sebagai sumber belajar bagi populasinya yang tidak
(lagi) bersekolah dan sebagai orang dewasa telah menjadi andalan pencari nafkah
bagi keluarganya.[1]
Keberadaan perpustakaan tidak
dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban
dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki.
Hal itu karena ketika manusia purba mulai menggores dinding gua tempat mereka
tinggal, sebenarnya mereka mulai merekam pengetahuan mereka untuk diingat dan
disampaikan kepada pihak lain. Mereka menggunakan tanda atau gambar untuk
mengekspresikan pikiran, apa yang dirasakan serta menggunakan tanda-tanda dan
gambar tersebut untuk mengomunikasikannya kepada orang lain. Waktu itulah eksistensi
dan fungsi perpustakaan mulai disemai. Penemuan mesin cetak, pengembangan teknik
rekam, dan pengembangan teknologi digital yang berbasis teknologi informasi dan
komunikasi mempercepat tumbuh-kembangnya perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan
menjadi semakin kompleks. Dari sini awal mulai berkembang ilmu dan teknik mengelola
perpustakaan.[2]
B.
Rumusan Masalah
C.
Tujuan Penelitian
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sarana
dan Prasarana Perpustakaan
Sarana dan Prasarana
Ruang Perpustakaan yang akan dibahas terkait dengan peralatan dan perlengkapan
ruang perpustakaan, maka kedua hal tersebut akan dibahas lebih lanjut pada
uraian berikut ini.
1. Peralatan Ruang perpustakaan
Peralatan
perpustakaan merupakan alat yang dipergunakan staf (pustakawan) untuk menyelesaikan
tugas utamanya sehingga kegiatan di dalam perpustakaan berjalan secara optimal
sesuai fungsi yang ingin diwujudkannya. Peralatan perpustakaan termasuk di dalamnya
barang-barang yang diperlukan secara langsung untuk mengerjakan tugas/kegiatan di
perpustakaan seperti buku pedoman perpustakaan, buku klasifikasi, kartu
katalog, buku induk, kantong buku, stempel inventaris, mesin ketik (komputer),
alat tulis kantor, selotip, lem dan lain sebagainya.
Umumnya,
peralatan yang terdapat pada sebuah kantor (termasuk di perpustakaan) dapat
digolongkan dalam dua jenis yaitu yang bersifat habis pakai dan yang bersifat
tahan lama. Peralatan yang habis pakai maksudnya adalah peralatan yang relatif
cepat habis misalnya pensil, kertas tik, formulir pendaftaran anggota
perpustakaan, dan kertas untuk membuat kantong buku. Jenis peralatan ini
biasanya dibeli hampir setiap tahun. Peralatan yang bersifat tahan lama
maksudnya adalah peralatan yang dapat digunakan terus menerus dalam jangka
waktu yang relatif lama, misalnya mesin ketik (komputer), scanner, cuter,
pelubang kertas, gunting, penggaris, dan lain sebagainya. Selain kedua jenis
peralatan tersebut, pada perpustakaan yang sudah maju (modern) juga banyak
melengkapi ruang perpustakaannya dengan peralatan elektronik sebagai penunjang
kegiatan perpustakaannya, misalnya TV, VCD player, alat baca mikro, dan video
recorder. Menurut Quible dalam Sukoco (2006), ada faktor yang perlu
dipertimbangkan oleh staf dalam memilih peralatan yang sesuai dengan tata ruang
sebuah kantor pada umumnya antara lain:
a. Tujuan penggunaan peralatan; sebelum
memilih peralatan, harus ditentukan dahulu tujuan penggunaan peralatan
tersebut. Perlu diperhatikan pula jangan membeli peralatan yang terlalu
canggih, lebih penting sesuaikan antara kebutuhan dengan keahlian staf yang
akan menggunakan alat tersebut.
b. Menentukan peralatan yang sesuai;
memilih peralatan dengan merek tertentu perlu menjadi pertimbangan pula, hal
ini berkaitan dengan layanan purna jual yang disediakan merek tersebut jika
suatu saat kantor ingin meng-upgrade peralatannya dengan yang baru.
c. Tingkat kegunaan peralatan; harus
dipertimbangkan kemampuan peralatan dalam memenuhi kebutuhan kantor secara
maksimal sehingga memperlancar aktivitas staf kantor.
d. Spesifikasi peralatan; untuk beberapa
peralatan harus ditentukan lebih dahulu spesifikasi fisik dan teknisnya karena
berkaitan dengan penempatan peralatan di ruangan, jumlah listrik yang
dibutuhkan, pemasangannya dan struktur yang dibutuhkan.
e. Biaya peralatan; banyak peralatan
baru yang membutuhkan biaya operasional yang cukup tinggi, oleh karena itu
efesiensi peralatan juga harus dipertimbangkan.
f.
Proses
operasional peralatan; beberapa tipe peralatan membutuhkan perlengkapan khusus,
misalnya printer yang memerlukan toner asli harganya tentu lebih mahal, tidak
ada salahnya menggunakan printer jenis lama yang dapat diisi ulang dan tentu
harganya lebih murah.
g. Fitur keamanan; beberapa peralatan
canggih yang berbiaya operasional tinggi menyediakan user id dan password yang
memungkinkan tidak semua orang dapat menggunakan alat tersebut.
h. Fleksibilitas peralatan; beberapa
peralatan dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan yang lebih luas
dibandingkan peralatan yang lain, atau dimodifikasi dengan beberapa komponen
lain jika dibutuhkan.
i.
Kemudahan
penggunaan peralatan; beberapa peralatan sulit dipergunakan sehingga
membutuhkan latihan tambahan bagi staf untuk mengoperasikannya, hal ini tentu
saja membutuhkan biaya dan waku khusus yang seharusnya dapat dihindari bila
peralatannya mudah dioperasionalkan.
j.
Kecepatan
operasi peralatan; pada sebagian kantor ada yang memerlukan tersedianya
peralatan yang dibutuhkan secara cepat karena pertimbangan kelancaran aktivitas
kantor.
k. Masukan dari operator peralatan; staf
yang akan mempergunakan peralatan yang akan dibeli seharusnya diminta
pertimbangannya mengenai peralatan tersebut.
l.
Standardisasi
peralatan; penggunaan hanya beberapa merek tertentu akan menghasilkan
standardisasi peralatan kantor, selain memberikan keuntungan juga berdampak
kerugian tertentu. Keuntungan misalnya kemudahan bagi staf untuk
mengoperasikannya dan dapat diintegrasikan dengan peralatan lain, namun
kerugiannya adalah tingkat ketergantungan pada peralatan tersebut sangat tinggi
sehingga rentan terhadap gangguan supply dan kenaikan harga
Faktor-fakor diatas juga
dapat diterapkan di perpustakaan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam
memilih peralatan yang akan dipergunakan guna mendukung kelancaran aktivitas
pelayanannya.
2. Perlengkapan Ruang perpustakaan
Dalam upaya menjalankan
fungsi dan mencapai tujuan perpustakaan secara optimal maka selain peralatan,
dibutuhkan pula beberapa jenis perlengkapan. Perlengkapan perpustakaan adalah
barang-barang yang diperlukan staf dan pustakawan di dalam perpustakaan sebagai
penunjang fungsi perpustakaan. Guna mendapatkan perlengkapan yang sesuai dengan
kebutuhan staf dan pengguna perpustakaan maka dimungkinkan dalam kegiatan
pengadaan perlengkapan perpustakaan mempergunakan jasa seorang konsultan
interior.
Adapun peranan konsultan
interior tersebut dapat membatu pihak perpustakaan dalam menentukan beberapa
hal berikut ini:
1. Inventarisasi perlengkapan/perabot
yang ada dan masih dapat dimanfaatkan
2. Kapasitas ruang yang tersedia
3. Spesifikasi perlengkapan yang
dibutuhkan
4. Rencana tata ruang perpustakaan
5. Membantu memilih perlengkapan yang
ditawarkan pihak luar.
Menurut Darmono (2001) terdapat beberapa
perlengkapan pokok (umum) yang dibutuhkan sebuah perpustakaan antara lain:
1. Rak atau lemari buku; berfungsi untuk
menempatkan koleksi buku. Ada rak buku yang terdiri atas satu sisi dan ada pula
yang dua sisi. Untuk rak satu sisi ditempatkan merapat pada dinding ruang
perpustakaan, adapun rak dua sisi dapat diletakkan ditengah ruangan, pada
masing-masing sisinya diisi dengan koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan.
Biasanya rak buku memiliki ketinggian 190 cm dan terdiri atas 4-5 sap untuk
menempatkan koleksi buku.
2. Rak surat kabar; berfungsi untuk
meletakkan surat kabar agar tidak mudah rusak atau sobek. Biasanya rak surat
kabar terbuat dari kayu dan lebarnya disesuaikan dengan ukuran surat kabar yang
dilanggan oleh perpustakaan. Rak ini dilengkapi alat penjepit yang panjangnya
36 inci, yang memudahkan surat kabar untuk dipasang atau dilepas kembali.
3. Rak majalah; berfungsi untuk meletakkan
majalah dan biasanya hanya terdiri atas 2 sap. Konstruksi rak yang rendah ini
dapat memudahkan pengguna perpustakaan mengambil koleksi majalah yang
dibutuhkan.
4. Meja dan kursi baca; perlengkapan ini
sangat dibutuhkan oleh perpustakaan untuk melayani pengguna perpustakaan yang
ingin membaca koleksi buku di ruang perpustakaan. Pemilihan jenis meja dan
kursi baca selain harus disesuaikan dengan kondisi luas ruangan juga
disesuaikan dengan dana yang dialokasikan untuk membeli perlengkapan tersebut. Sebaiknya
meja dan kursi baca terbuat dari bahan yang kuat (kayu), nyaman dan seragam
baik warna dan bentuknya.
5. Meja dan kursi kerja; berguna bagi
staf perpustakaan untuk melaksanakan aktivitas dan menyelesaikan
tugas-tugasnya. Umumnya meja dan kursi kerja disediakan dalam bentuk tunggal
tidak digabung antara staf yang satu dengan lainnya, artinya untuk satu orang
staf akan mendapatkan satu buah meja dan kursi.
6. Meja sirkulasi; berfungsi untuk
melayani pengguna yang akan meminjam atau mengembalikan koleksi buku
perpustakaan. Meja sirkulasi biasanya didesain khusus agar dapat menampung buku
dan berkas lainnya dalam jumlah yang banyak. Agar pelayanan sirkulasi berjalan
optimal, maka desain meja sirkulasi biasanya terdiri atas beberapa meja yang
digabung menjadi satu sehingga membentuk meja yang fleksibel dalam melakukan
kegiatan sirkulasi.
7. Lemari katalog; berfungsi untuk
menyimpan kartu catalog. Besarnya lemari catalog disesuaikan dengan jumlah laci
yang diinginkan sedangkan tingginya disesuaikan dengan tinggi badan pengguna
perpustakaan pada umumnya.
8. Kereta buku; berfungsi untuk
mengangkut buku yang dikembalikan oleh pengguna perpustakaan (dari sirkulasi ke
rak buku) atau mengangkut buku yang telah diproses dibagian pembinaan koleksi
ke rak buku. Biasanya kereta buku terbuat dari bahan yang kuat dan beroda.
9. Papan display; berfungsi untuk
memamerkan koleksi buku baru yang akan dilayankan oleh perpustakaan.
Berbagai
jenis perlengkapan yang memadai perlu dipertimbangkan agar penyusunan tata
ruang perpustakaan dapat dilakukan dengan baik dan fungsional.[3]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Basuki, Sulistyo. Pengantar Ilmu
Perpustakaan, Jakarta,Universitas Terbuka: 1994.
JURNAL
Mutia, Fitri. “Sarana
dan Prasarana Ruang Perpustakaan Sebagai Aspek Kekuatan Dalam Mengembangkan
Perpustakaan”, Dalam Jurnal UNAIR, Vol. 1, No. 3, 2011.
Nasrullah,
”Pengembangan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Nasional Sebagai Destinasi
Pariwisata di Indonesia”, Dalam
Jurnal Media Pustakawan,, Vol. 24, No.
4, 2017.
[1]
Sulistyo Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan, (Jakarta,Universitas
Terbuka: 1994), hal 147.
[2]
Nasrullah, ”Pengembangan Sarana dan Prasarana Perpustakaan Nasional Sebagai
Destinasi Pariwisata di Indonesia”,
Dalam Jurnal Media Pustakawan,, Vol. 24,
No. 4, (2017), hal 4.
[3]
Fitri Mutia. “Sarana dan Prasarana Ruang Perpustakaan Sebagai Aspek Kekuatan
Dalam Mengembangkan Perpustakaan”, Dalam Jurnal UNAIR, Vol. 1, No. 3, (2011),
hal.1-6.
Komentar
Posting Komentar